Dengan mengunjungi KLM.com, berarti Anda menerima penggunaan cookie. Baca lebih lanjut mengenai cookie.

Pasal 16 - 20

Articles 16 to 20 of our general conditions of carriage for passengers and baggage.

PASAL 16: KETENTUAN UNTUK LAYANAN PENDUKUNG

16.1  Jika Pengangkut, dalam ruang lingkup Kontrak Pengangkutan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, menyetujui untuk menyediakan layanan pendukung selain transportasi udara, atau jika Pengangkut mengeluarkan tiket atau voucher untuk pengangkutan atau layanan lainnya, misalnya, sebagai contoh reservasi hotel atau penyewaan kendaraan, Pengangkut hanya akan melakukannya sebagai agen untuk dan atas nama pihak ketiga (kecuali jika secara eksplisit disetujui lain) dan tidak akan menjadi pihak lain bagi Penumpang dalam bisnis untuk layanan ini. Persyaratan pengangkutan dan penjualan yang mengatur kegiatan dari pihak ketiga tersebut akan berlaku.

16.2  Jika Pengangkut menawari Penumpang jasa transportasi darat atau laut (kereta/bus/kapal, dll.), Pengangkut hanya bertindak sebagai agen untuk dan atas nama pihak ketiga, meskipun transportasi tersebut teridentifikasi dengan Kode Penanda. Sistem pertanggungan yang berlaku pada transportasi darat atau laut tersebut dapat berbeda-beda. Persyaratan pengangkutan dan sistem pertanggungan tersedia, apabila diminta, dari pihak penyedia transportasi darat/laut tersebut. Pengangkut tidak bertanggung jawab atas Kerugian yang diderita Penumpang dan Bagasinya selama pengangkutan melalui kereta, transportasi darat, atau laut.

PASAL 17: PENGANGKUT UDARA YANG BERURUTAN

17.1  Pengangkutan Udara yang dilakukan oleh beberapa Pengangkut secara berurutan pada Tiket tunggal atau Tiket Gabungan, dianggap sebagai operasi tunggal untuk tujuan penentuan penerapan Konvensi pada transportasi.

17.2  Ketika Pengangkut telah mengeluarkan Tiket atau saat Pengangkut ditunjuk sebagai yang pertama di Tiket atau pada Tiket Gabungan yang dikeluarkan untuk Pengangkutan yang berurutan, Pengangkut tidak akan bertanggung jawab untuk bagian perjalanan yang dilaksanakan oleh pengangkut lainnya, kecuali sebagaimana disebutkan di ayat 3 di bawah.

17.3  Jika terjadi kehancuran, kehilangan atau penundaan, atau kerusakan atas Bagasi Check-In, Penumpang atau ahli warisnya dapat mengajukan klaim kepada Pengangkut yang melaksanakan pengangkutan ketika kehancuran, kehilangan, penundaan atau kerusakan tersebut terjadi. Penumpang juga dapat mengajukan klaim kepada Pengangkut pertama dan terakhir.

PASAL 18: FORMALITAS ADMINISTRASI

18.1  Ketentuan Umum
(a) Di bawah tanggung jawabnya sendiri, Penumpang diwajibkan untuk menyediakan semua dokumen tertentu, visa, dan surat izin yang dibutuhkan untuk perjalanannya, dan jika sesuai untuk anak-anak dan/atau penumpang yang berada dalam tanggung jawabnya dan/atau untuk hewan yang turut serta dalam perjalanannya, dan harus memenuhi semua ketentuan hukum (undang-undang, peraturan, keputusan, persyaratan dan ketentuan) dari Negara keberangkatan, kedatangan dan transit, termasuk peraturan dan instruksi Pengangkut yang terkait.
(b) Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas konsekuensi yang dialami Penumpang dalam hal kelalaian dalam memenuhi kewajiban yang dirujuk di Pasal 18.1 (a).

18.2  Dokumen Perjalanan
(a) Penumpang diwajibkan untuk memperlihatkan dokumen masuk, keluar dan transit, termasuk surat pernyataan kesehatan dan dokumen lainnya yang diwajibkan oleh peraturan yang berlaku (undang-undang, peraturan, keputusan, persyaratan dan ketentuan) di Negara keberangkatan, kedatangan dan transit. Selain itu Penumpang diwajibkan untuk menyerahkan kepada Pengangkut dan/atau mengizinkan Pengangkut membuat salinan atas dokumen-dokumen tersebut, jika dibutuhkan, atau untuk mencatat informasi yang terdapat di dalamnya.
(b) Pengangkut berhak, sesuai dengan Pasal 9, untuk menolak Pengangkutan jika Penumpang gagal mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku, jika Pengangkut ragu terhadap keabsahan dokumen yang diperlihatkan, atau jika Penumpang tidak mengizinkan Pengangkut untuk membuat salinan dan menyimpan dokumen atau jika Pengangkut tidak boleh menyimpan data dari dokumen-dokumen tersebut dengan cara lain apapun.
(c) Pengangkut tidak bertanggung jawab atas kerugian dan pengeluaran yang dialami Penumpang bila tidak mematuhi ketentuan dalam Pasal ini. 

18.3  Penolakan Masuk
Jika Penumpang ditolak masuk ke dalam suatu wilayah, mereka harus membayar semua biaya atau denda yang dikenakan pada Pengangkut oleh otoritas setempat, termasuk Tarif Termasuk Pajak transportasi jika Pengangkut, dikarenakan instruksi pemerintah, diwajibkan untuk memulangkan Penumpang tersebut ke lokasi keberangkatannya atau tempat lain. Harga Tiket yang telah dibayarkan untuk pengangkutan ke tempat tujuan di mana izin masuk ke wilayah tersebut dilarang, tidak akan dikembalikan oleh Pengangkut. Demi alasan keamanan dan ketertiban, kapten dan/atau polisi pendamping dapat menahan dokumen perjalanan Penumpang yang berada dalam pengawasan selama penerbangan ke tempat keberangkatannya atau tempat lain.

18.4  Tanggung jawab Penumpang atas Denda, Biaya Penahanan, dll.
Jika Pengangkut harus membayar atau memberi uang muka denda atau sanksi atau pengeluaran yang disebabkan oleh ketidaktaatan, baik secara sukarela maupun tidak, oleh Penumpang terhadap peraturan yang berlaku di negara yang bersangkutan, atau dikarenakan kegagalan mereka untuk memperlihatkan dokumen yang diperlukan, atau dokumen yang tidak berlaku, Penumpang harus, atas permintaan pertama Pengangkut, membayar kembali jumlah yang telah dibayarkan atau diserahkan dan pengeluaran yang terjadi. Untuk tujuan ini, Pengangkut dapat menggunakan jumlah manapun yang dibayarkan kepadanya untuk pengangkutan yang tidak terlaksana atau berapa pun jumlah milik Penumpang yang dipegang oleh Pengangkut. 

18.5  Inspeksi Bea Cukai
(a) Penumpang dapat diminta hadir pada saat inspeksi Bagasinya (Bagasi tertunda, Bagasi Check In, atau Bagasi Tidak Di-Check In) atas permintaan petugas bea cukai atau otoritas pemerintah lainnya. Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas Kerugian atau kehilangan yang dialami Penumpang yang tidak mematuhi ketentuan ini.
(b) Penumpang akan mengganti kerugian Pengangkut jika tindakan, kekeliruan, atau kelalaian apapun di pihak Penumpang menyebabkan Kerugian pada Pengangkut, termasuk, tak terkecuali, kelalaian untuk memenuhi ketentuan dari Pasal ini atau untuk mengizinkan Pengangkut untuk menginspeksi Bagasinya.

18.6  Pemeriksaan Keamanan
(a) Penumpang diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan keamanan (dan keselamatan) yang diwajibkan oleh pemerintah atau otoritas bandara, termasuk yang diminta oleh Pengangkut.
(b) Pengangkut tidak bisa dimintai pertanggungjawaban apabila menolak mengangkut Penumpang, khususnya jika penolakan yang dimaksud berdasarkan penilaian rasional bahwa penolakan yang dimaksud didukung oleh hukum, peraturan dan/atau persyaratan yang berlaku. 

PASAL 19: PERTANGGUNGAN ATAS KERUGIAN

19.1  Ketentuan Umum
Pertanggungan Pengangkut harus ditentukan oleh Persyaratan Umum Pengangkutan dari Pengangkut Kontraktual, kecuali jika disebutkan lain dan diberitahukan kepada Penumpang. Apabila KLM adalah Pengangkut Kontraktual, hal berikut akan berlaku:

19.1.1  Pengangkutan yang dilakukan menurut Persyaratan Umum Pengangkutan ini didasarkan pada aturan pertanggungan yang dirumuskan oleh Konvensi Montreal 28 Mei 1999, dan Peraturan (EC) No 889/2002 dari Parlemen Eropa dan dari Dewan 13 Mei 2002 yang mengamandemen “Peraturan Dewan (Council Regulation atau EC) No 2027/97 tanggal 9 Oktober 1997 tentang pertanggungan transportasi udara jika terjadi kecelakaan, sehubungan dengan pengangkutan penumpang dan bagasinya”.  

19.1.2  Sejauh ketentuan berikut ini tidak bertentangan dengan ketentuan lainnya dalam Persyaratan Umum Pengangkutan ini, dan dengan memperhatikan Konvensi, hal berikut akan berlaku:
(a) Pertanggungan Pengangkut terbatas pada Kerugian yang terjadi pada saat Pengangkutan Udara di mana Kode Penanda tercantum di Kupon atau Tiket yang berkaitan dengan penerbangan tersebut. Jika Pengangkut mengeluarkan Tiket untuk layanan transportasi yang dilaksanakan oleh Pengangkut lainnya atau jika Pengangkut melakukan check-in Bagasi atas nama Pengangkut lain, Pengangkut ini hanya akan berperan sebagai agen untuk dan atas nama Pengangkut lainnya yang dimaksud. Ketentuan terkait pertanggungan dalam hal pengangkutan berurutan dirumuskan di Pasal 17.
(b) Pertanggungan Pengangkut tidak boleh melebihi nilai Kerugian langsung yang terbukti dan dengan cara apapun Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas Kerugian konsekuensial (hasil akibat) atau segala bentuk Kerugian yang tidak dapat diganti.
(c) Pengangkut tidak bertanggung jawab atas Kerugian yang disebabkan karena kepatuhan Pengangkut terhadap semua ketentuan dari hukum maupun peraturan (undang-undang, peraturan, keputusan, persyaratan dan ketentuan) atau kegagalan untuk mematuhi ketentuan yang sama oleh Penumpang.
(d) Kontrak Pengangkutan, termasuk Persyaratan Umum Pengangkutan ini dan semua pertanggungan yang dikecualikan atau pembatasan yang terdapat di dalamnya, berlaku untuk dan bermanfaat bagi Agen Resmi Pengangkut, mitra Code Share dari Pengangkut, pejabatnya, agennya, perwakilannya, pegawainya, dan pemilik pesawat yang digunakan oleh Pengangkut, termasuk staf, karyawan dan perwakilan pemilik dan agen yang dimaksud. Jumlah keseluruhan yang dapat diganti oleh mereka yang disebutkan di atas tidak boleh melebihi jumlah pertanggungan Pengangkut.
(e) Jika Pengangkut membuktikan bahwa Kerugian disebabkan atau didukung oleh kelalaian atau tindakan yang melanggar atau kekeliruan lainnya dari individu yang mengklaim kompensasi atau hak yang ia wakilkan atau yang dari haknya individu tersebut mendapatkan haknya, maka Pengangkut secara menyeluruh atau sebagian dibebaskan dari pertanggungjawabannya sejauh kelalaian atau tindakan melanggar atau kekeliruan menyebabkan atau menambah Kerugian tersebut. Ayat ini berlaku untuk semua ketentuan pertanggungan dalam Persyaratan Pengangkutan ini, termasuk demi kejelasan Pasal 19.2.1.
(f) Kecuali bila ditentukan lain secara spesifik, tidak satu pun dari ketentuan ini mencakup pencabutan perkecualian apapun atau pembatasan pertanggungan dari Pengangkut, pemilik yang pesawatnya digunakan oleh Pengangkut, staf mereka, pejabat, agen atau perwakilan sesuai dengan Konvensi dan undang-undang yang diwajibkan dan berlaku.  

19.2  Ketentuan Yang Berlaku untuk Penerbangan Internasional dan Dalam Negeri  

19.2.1  Cedera Fisik
(a) Sesuai dengan bagian lain Pasal 19.2.1, Pengangkut bertanggung jawab atas Kerugian yang diderita semisal terjadi kematian dan cedera fisik yang dialami Penumpang jika disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi di dalam pesawat atau dari kegiatan operasional menaikkan atau menurunkan penumpang sebagaimana dijabarkan oleh Konvensi Montreal.
(b) Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas segala Kerugian dalam keadaan berikut ini: Jika Penumpang yang diangkut usianya atau kondisi fisik atau mentalnya menyebabkan bahaya atau risiko apapun pada dirinya sendiri, Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas cedera pribadi misalnya penyakit, cedera, cacat atau kematian, atau pemburukan keadaan dari penyakit, cedera atau cacat, asalkan cedera pribadi tersebut semata-mata disebabkan oleh kondisi tersebut.  
(c) Untuk Kerugian menurut Pasal 19.2.1 (a) yang tidak melebihi 113.100 SDR untuk setiap Penumpang, Pengangkut tidak akan meniadakan atau membatasi pertanggungannya. Namun, Pengangkut berhak menggunakan Pasal 19.2.1 (e). Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas Kerugian menurut Pasal 19.2.1 (a) jika mereka melebihi 113.100 SDR untuk setiap Penumpang, jika Pengangkut membuktikan bahwa:      
  (1) Kerugian tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian atau tindakan melanggar atau kekeliruan lainnya dari Pengangkut, atau pegawainya atau agennya; atau
  (2) Kerugian tersebut semata-mata disebabkan oleh kelalaian atau tindakan melanggar atau kekeliruan lainnya dari penuntut, Penumpang yang hak-haknya sedang dijalankan atau dari siapa hak-hak yang sedang dijalankan itu berasal ataupun pihak ketiga.
(d) Pengangkut memiliki hak penuh untuk meminta ganti rugi dan subrogasi kepada semua pihak ketiga.
(e) Semisal terjadi kematian atau cedera fisik yang disebabkan oleh kecelakaan pesawat, sebagaimana dijabarkan oleh pasal 28 Konvensi dan sesuai dengan pasal 5 Peraturan (EC) No 889/2002 dari Parlemen Eropa dan dari Dewan 13 Mei 2002 yang mengamandemen Peraturan Dewan (Council Regulation atau EC) No 2027/97 tanggal 19 Oktober 1997, individu relevan yang diidentifikasi di sini akan mendapat manfaat dari pembayaran uang muka untuk memungkinkan pemenuhan kebutuhan langsungnya, di mana pembayaran di muka akan disesuaikan dengan kerugian material yang dialami. Uang muka yang dimaksud harus tidak kurang dari nilai yang sepadan dengan euro 16.000 SDR setiap Penumpang semisal terjadi kematian. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, uang muka yang dimaksud harus dibayarkan dalam 15 hari sejak diidentifikasinya Ahli Waris. 

Sesuai dengan pasal 5 Peraturan (EC) No 889/2002 tanggal 13 Mei 2002 dan pasal 28 Konvensi Montreal 28 Mei 1999, pembayaran uang muka yang dimaksud atau pembayaran di muka lainnya tidak berarti diakuinya pertanggungan dan jumlah tersebut dapat menutup kerugian terhadap jumlah lainnya yang kemudian harus dibayarkan oleh Pengangkut.

Uang muka yang dimaksud tidak dapat dikembalikan, kecuali jika orang yang menerimanya bukan orang yang berhak mendapatkan kompensasi atau jika kerugian tersebut diakibatkan atau merupakan pengaruh dari kelalaian atau tindakan melanggar atau kekeliruan individu yang mengklaim kompensasi, atau orang yang darinya ia memperoleh haknya. 

19.2.2  Kerugian Akibat Penundaan
(a) Kerugian langsung dan terbukti, yang disebabkan langsung oleh penundaan dapat diganti, kecuali semua Kerugian konsekuensial atau segala bentuk Kerugian selain Kerugian yang dapat diganti. Penumpang harus membuktikan Kerugian langsung akibat penundaan tersebut.
(b) Pertanggungan Pengangkut sehubungan dengan segala Kerugian yang disebabkan oleh penundaan dalam transportasi udara Penumpang, akan dibatasi hingga 4.694 SDR untuk setiap Penumpang.
(c) Pertanggungan Pengangkut sehubungan dengan segala Kerugian yang disebabkan oleh penundaan dalam pengangkutan Bagasi melalui udara, akan dibatasi hingga 1.131 SDR untuk setiap Penumpang. Hingga batas ini Pasal 19.2.3 (c) berlaku.
(d) Sekalipun ditentukan dalam ayat (b) dan (c) dari Pasal ini, Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas segala Kerugian yang disebabkan oleh penundaan jika Pengangkut membuktikan bahwa Pengangkut dan pegawainya dan agennya sudah mengambil semua tindakan yang secara rasional dibutuhkan untuk menghindari Kerugian tersebut, atau bahwa tidak mungkin baginya atau mereka untuk mengambil tindakan demikian.

19.2.3  Kerugian Bagasi
(a) Sesuai dengan pasal 17 Konvensi Montreal, Pengangkut bertanggung jawab atas Kerugian yang disebabkan oleh kehilangan, atau kerusakan atas Bagasi Check-In, dengan syarat bahwa kejadian yang menyebabkan kehilangan atau kerusakan terjadi di dalam pesawat atau selama periode ketika Bagasi Check-In tersebut berada dalam pengawasan Pengangkut.
(b) Pencabutan pertanggungan Pengangkut:

  • Pengangkut tidak akan bertanggung jawab atas Kerugian pada Bagasi di mana Kerugian yang dimaksud disebabkan oleh jenis cacat bawaan, kualitas atau kelemahan Bagasi. Jika Bagasi atau properti yang terdapat di dalamnya menyebabkan kerugian pada individu lain atau Pengangkut, Penumpang tersebut harus mengompensasi Pengangkut untuk semua kerugian yang dialami dan biaya yang timbul sebagai dampaknya.
  • Pengangkut tidak akan menerima pertanggungan apapun, selain yang disediakan di ayat (c) di bawah atas Kerugian dan/atau kehilangan apapun yang terjadi pada barang pecah belah, tidak tahan lama atau yang berharga atau barang yang tidak dikemas dengan baik.


(c) Jumlah Kerugian yang dapat diganti:

  • Pertanggungan Pengangkut dalam hal kehancuran atau kehilangan atau kerusakan pada Bagasi akan dibatasi hingga 1.131 SDR setiap Penumpang. Jika nilai yang lebih besar ditetapkan sesuai dengan Pasal 10.2.3 (a), pertanggungan Pengangkut akan dibatasi hingga nilai yang dinyatakan, kecuali jika Pengangkut dapat membuktikan bahwa nilai yang dimaksud lebih tinggi dari pada manfaat sesungguhnya bagi Penumpang pada waktu pengantaran.
  • Untuk Bagasi Tidak Di-check-In yang diizinkan masuk ke dalam pesawat, Pengangkut hanya dapat diminta pertanggungjawaban untuk kesalahan yang terbukti dilakukan oleh Pengangkut, pegawai atau agennya.

PASAL 20: BATAS WAKTU MENGAJUKAN KLAIM DAN TINDAKAN PERTANGGUNGAN

20.1  Pemberitahuan Klaim Bagasi
(a) Penerimaan Bagasi Check-In tanpa keluhan merupakan bukti prima facie bahwa Bagasi tersebut diantarkan dan diterima dalam keadaan baik dan sesuai dengan Kontrak Pengangkutan, kecuali jika Penumpang memberikan bukti sebaliknya. Semua Bagasi hilang harus diberitahukan kepada Pengangkut segera setelah penerbangan tiba. Pemberitahuan apapun yang dilakukan setelahnya tidak akan dipertimbangkan. Sama halnya, untuk barang apapun yang diamati hilang dari Bagasi harus diberitahukan kepada Pengangkut sesegera mungkin. Pemberitahuan yang terlambat tidak akan dipertimbangkan.
(b) Jika terjadi kerusakan, orang yang berhak menerima pengantaran harus mengajukan keluhan kepada Pengangkut setelah ditemukannya kerusakan, dan selambat-lambatnya dalam 7 hari sejak tanggal penerimaan Bagasi Check In. Apabila terjadi penundaan, keluhan harus diajukan selambat-lambatnya dalam 21 hari sejak tanggal diserahkannya Bagasi. Setiap pengaduan klaim harus dilakukan secara tertulis dan diserahkan dalam jangka waktu seperti disebut sebelumnya. Jika tidak ada keluhan dalam jangka waktu yang sudah disebutkan itu, tidak ada tindakan yang dapat dijalankan terhadap Pengangkut, dan Pengangkut bebas dari tindak kecurangan di pihaknya.

20.2  Tindakan Pertanggungan oleh Penumpang
Semua klaim dan hak atas kerugian akan dihapuskan apabila tindakan tidak dilakukan dalam jangka waktu dua tahun diperhitungkan dari tanggal kedatangan di tempat tujuan, atau dari tanggal dijadwalkannya pesawat tiba, atau dari tanggal dihentikannya Pengangkutan. Metode perhitungan jangka waktu ini akan ditentukan oleh peraturan Pengadilan yang menangani kasus tersebut.

20.3  Klaim dan Tindakan Harus Dilakukan Secara Tertulis
SEMUA KLAIM ATAU TINDAKAN YANG DISEBUTKAN DALAM PASAL 20 HARUS DILAKUKAN SECARA TERTULIS DAN DALAM JANGKA WAKTU YANG SUDAH DITENTUKAN.
 
Artikel 1 - 5
Artikel 6 -10 
Artikel 11 - 15

Kembali ke atas
  • www.airfrance.com
  • www.skyteam.com